Pasar Atas Sarolangun Semrawut, Dinas Perkim Tuding Gara-gara PKL Susah Diatur

Kondisi Pasar Atas Kabupaten Sarolangun kian semrawut. Terlihat banyak pedagang kaki lima yang nakal membuka lapak di pinggir jalan, sistem drainase dan pembuangan sampah sembarangan.
Tukang ojek yang seharusnya mangkal di persimpangan kini pindah ke dalam pasar. Tak heran beberapa motor sering terparkir sembarangan dan menimbulkan kemacetan.
Seorang pedagang pasar mengaku jika pada jam operasional pasar, kawasan Pasar Atas penuh dengan kemacetan.

“Bukan pembeli bang yang rame, yo orang lewat kayak orang ngantar barang ke pasar pakek mobil, lah tau jalan sempit. Sekitar jam 8 ke atas mulai macet,” kata Eni, pedagang sayur Pasar Atas, Kamis (4/7).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman (perkim) Sarolangun Saipullah mengakui jika di area Pasar Atas Sarolangun sekarang dalam kondisi semrawut. Hal itu terlihat saat pengecekan lapangan dan pengecekan beberapa objek.
Beberapa titik objek yang menjadikan semrawut adalah pedagang kaki lima yang membuka lapak sembarangan, sistem drainase yang sudah tak layak dan pembuangan sampah masih sembarangan.

“Walaupun tempat sampah sudah kami sediakan tetap saja buang sampah sembarangan, ” kata Saipullah.

Dari beberapa permasalahan itu, pihaknya saat ini fokus menertibkan sistem pembuangan sampah, karena pemerintah sudah menyediakan tempat pembuangan sampah atau TPS terdekat.

“Agar sampah tidak ada di mana-mana” ungkapnya.

Lebih lanjut jika kendala utama pada semrawutnya Pasar Atas, karana tidak tertibnya pedagang kaki lima (PKL) pinggir jalan Pasar Atas Sarolangun, sehingga kesulitan dalam pembersihan sampah.

“Ke depan kita akan atur pola PKL agar tidak semrawut,” ujarnya.

Related articles

PRODUK UNGGULAN DESA (PRUDES) SALAK PONDOH UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

“Selain tanaman perkebunan (Kelapa Sawit), warga Desa Karya Harapan Mukti mengembangkan komoditi Salak Pondoh sejak tahun 1997 untuk menambah pendapatan keluarga. Sebanyak 38 KK membudidayakan salak pondoh dengan memanfaatkan lahan pekarangan (0,25 Ha) sisa dari perumahan, halaman, dan kandang (+/- 0,28 Ha). Dengan memelihara ternak, warga tidak kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. […]

Pemkab Bungo akan Dukung Penuh Jika Kopi jadi Produk Unggulan

Bupati Bungo, Mashuri mengatakan Pemerintah Kabupaten Bungo akan mendukung penuh jika kopi jadi komoditas unggulan Bungo, Rabu (21/11). Dia mengayaka. potensi kopi yang ada di Bungo luar biasa untuk dikembangkan. Bersama dengan masyrakat, Kabupaten Bungo bisa memperkenalkan produk-produk ke luar. “Tidak ada yang tidak bisa bersaing. Yang penting kita punya mutu, kualitas dan rasa. Dan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *