5 Kecamatan di Bungo Ini Jadi Tempat KKN Mahasiswa Islam se-Sumatera, Malaysia dan Brunei Darussalam

Mulai pekan pertama bulan Juli ini, seratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Sumatra akan melangsungkan kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Bungo.

Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Anggunaini, Senin (1/7/2019).

KKN PPM tematik Melayu LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi itu bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik dan kerja sama antar-PTKI.

“Diikuti oleh 136 peserta yang tergabung dalam KKN-PPM dan riset tematik,” kata Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan.

Lebih lanjut, KKN itu dilaksanakan di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo.

“Nanti KKN ini akan dilaksanakan di Kecamatan Bathin II, Bathin III, Bungo Dani, Batin VII, dan Pelepat,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Jambi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Anggunaini mengimbau agar peserta KKN-PPM dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di lokasi. Sehingga, harapnya, mahasiswa dapat melaksanakan KKN dengan lancar.

Acara itu dihadiri Bupati Bungo, Mashuri didampingi Wakil Bupati Bungo, Safrudin Dwi Apriyanto, unsur Forkopimda Pemprov Jambi dan Pemkab Bungo, sejumlah rektor PTKI, dan peserta KKN-PPM.

Related articles

KPU Bungo Beberkan Alasan Penetapan Caleg Terpilih Ditunda

KPU Bungo menggelar rapat koordinasi persiapan pleno terbuka yang digelar di Semagi Hotel Muara Bungo, Kamis (4/7/2019). Rapat ini digelar setelah, rapat pleno penetapan caleg DPRD Bungo tepilih batal digelar Rabu (3/7) kemarin. Ketua KPU Bungo, Muhammad Bisri menjelaskan penundaan penetapan caleg terpilih ini lantaran pihaknya belum menerima surat dari KPU RI terkait Buku Registrasi […]

PRODUK UNGGULAN DESA (PRUDES) SALAK PONDOH UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

“Selain tanaman perkebunan (Kelapa Sawit), warga Desa Karya Harapan Mukti mengembangkan komoditi Salak Pondoh sejak tahun 1997 untuk menambah pendapatan keluarga. Sebanyak 38 KK membudidayakan salak pondoh dengan memanfaatkan lahan pekarangan (0,25 Ha) sisa dari perumahan, halaman, dan kandang (+/- 0,28 Ha). Dengan memelihara ternak, warga tidak kesulitan untuk mendapatkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *